YOGYAKARTA, panenbareng.com – Sebagai salah satu pilar penyangga pangan, Koperasi Jagung Jaya Abadi Pasuruan (KJJAP) terus bergerak maju dalam mengeksplorasi inovasi pertanian modern. Pada tanggal 24–26 Juni 2026, manajemen KJJAP berkesempatan melaksanakan rangkaian kegiatan Studi Tiru strategis di Yogyakarta.
Program yang berjalan selama tiga hari ini diinisiasi dan difasilitasi penuh oleh Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP / BRMP) Jawa Timur melalui program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowermen). Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen KJJAP untuk membawa pertanian jagung di Kabupaten Pasuruan ke level berikutnya.
Destinasi pertama dalam studi tiru ini adalah PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan ekosistem smart farming di Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang adopsi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya jagung.
Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu basis produksi jagung nasional. Oleh karena itu, efisiensi hulu dan standardisasi hasil panen mutlak diperlukan. Melalui implementasi IoT—seperti sensor tanah, pemantau cuaca makro, dan sistem rekomendasi pemupukan presisi—KJJAP optimistis dapat:
Meningkatkan efisiensi biaya produksi anggota koperasi.
Menjaga konsistensi kualitas dan kadar air jagung sesuai standar industri global.
Memperkuat posisi Kabupaten Pasuruan sebagai lumbung jagung nasional yang modern.
Penjajakan ini membuka peluang besar bagi KJJAP untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam rantai pasok yang dikelola koperasi.
Kunjungan kedua berlanjut ke Sabila Farm, sebuah kebun pertanian komersial yang telah dikenal luas atas keberhasilannya mengelola kawasan agribisnis secara terpadu.
Di Sabila Farm, manajemen KJJAP memfokuskan studi pada dua aspek utama:
Manajemen Pengelolaan Kawasan: Mempelajari bagaimana merancang dan mengelola tata ruang kebun komersial agar produktivitas lahan tetap optimal, berkelanjutan, dan memiliki nilai estetika serta fungsional yang tinggi.
Pengembangan Pertanian Berbasis Komunitas (Community-Based Agriculture): KJJAP mendalami strategi pelibatan aktif masyarakat dan petani lokal dalam ekosistem bisnis. Konsep ini dinilai sangat relevan dengan prinsip koperasi, di mana modernisasi usaha harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan komunitas di sekitar kawasan produksi.
Melalui fasilitasi program ICARE dari BRMP Jawa Timur, studi tiru ini berhasil memberikan perspektif baru bagi KJJAP. Kombinasi antara digitalisasi hulu melalui smart farming dari PT. MSMB serta manajemen kawasan berbasis komunitas dari Sabila Farm akan menjadi fondasi kuat bagi rencana ekspansi dan pengembangan bisnis koperasi ke depan.
Hasil konkrit dari kunjungan ini akan diolah menjadi program kerja nyata yang nantinya akan diintegrasikan dengan lini bisnis retail, kemitraan petani, hingga penyediaan produk berkualitas yang dapat diakses masyarakat luas melalui platform Panen Bareng.
Segenap manajemen KJJAP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BRMP Jawa Timur dan seluruh pihak yang mendukung suksesnya agenda ini. Bersama petani, KJJAP siap memanen masa depan yang lebih cerah!
Penulis: Manajemen Koperasi Jagung Jaya Abadi Pasuruan (KJJAP)
Editor: Tim Media Panen Bareng
Kategori: Info Koperasi, Inovasi Teknologi, Pemberdayaan Komunitas