Matching Grand; Dukungan Strategis Pemerintah untuk Korporasi Petani
Kamis, 12 Februari 2026

Matching Grand; Dukungan Strategis Pemerintah untuk Korporasi Petani

Korporasi petani sebagai satu kesatuan badan usaha yang dibentuk dari, oleh, dan untuk petani dalam upaya merestorasi jiwa gotong royong petani. Usaha korporasi petani juga merupakan basis untuk mendukung usaha tani. Sebaliknya pengembangan usaha korporasi didukung oleh usaha tani yang dimiliki individu petani. Korporasi petani dimiliki bersama oleh petani anggota korporasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, pengembangan korporasi petani diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan petani dalam mengelola keseluruhan rantai produksi usaha tani. Petani tidak hanya berdaulat dalam pengelolaan on farm dan pemasaran hasil usaha tani. Secara khusus, layaknya perusahaan besar, korporasi petani memungkinkan seluruh kegiatan pertanian dari mulai dari pengadaan benih/ bibit, pengolahan/ produksi, hingga distribusi ke konsumen akhir diintegrasikan dan dikelola oleh korporasi petani sedemikian rupa sehingga nilai tambah terbesar dari kegiatan pertanian bisa dinikmati petani. Korporasi petani dapat membangun ataupun mengintegrasikan Gapoktan/ Kelembagaan Petani (KP), jika kegiatan utama korporasi petani akan fokus pada sisi hulu.

Sementara itu, korporasi petani dapat membangun ataupun mengkonsolidasikan beberapa Gapoktan atau disebut sebagai Gapoktan bersama menjadi suatu kelembagaan yang berbentuk badan hukum Koperasi atau perseroan terbatas (PT) jika memutuskan untuk menitik beratkan kegiatan usahanya di sektor hilir. Selaun keuntungan yang diperoleh karena terlibat dalam kerangka pasok nilai (value chain) produksi pertanian dengan memilih peran tertentu (misalnya sebagai pemasok produk atau sebagai pekerja dalam korporasi yang mendapat gaji), petani juga merupakan pemilik dari perusahaan/ korporasi petani yang tentu memiliki peluang untuk mendapat manfaat langsung dari kegiatan usaha dari penerimaan deviden/ sisa hasil usaha (SHU). 

Dalam menjalankan bisnisnya, korporasi petani memerlukan daya dukung terbesar yaitu permodalan. Skema Matching Grand (MG) telah banyak digunakan secara innternasional termasuk oleh World Bank. Matching Grand ini mengimbangi tidak adanya skema pembiayaan investasi di bidang pertanian yang sesuai untuk merangsang kegiatan Kawasan Agribisnis. Program ICARE membantu memfasilitasi penerima manfaat untuk dapat menerima Matching Grand. Sehingga, skema Matching Grand merupakan perangkat penting untuk mendukung produksi pertanian yang modern. Matching Grand yang disalurkan untuk Korporasi Petani dalam bentuk permodalan investasi berupa bantuan pemerintah mengacu pada Peraturan Bantuan Pemerintah Indonesia disalurkan oleh PMU ICARE dalam bentuk barang. Korporasi petani yang akan menerima mengikuti prosedur dari World Bank sesuai dengan Loan Agreement. Untuk menjamin akuntabilitas penyaluran dana MG ini, pengawalan proposal dan monitoring pelaksanaan kegiatan MG serta dokumen perjanjiankerjasama akan dilakukan. Selain itu kegiatan Matching Grant juga diberikan dalam bentuk pemberian alat dan mesin pertanian dalam upaya mendukung program swasembada pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Implementasi dari Matching Grant ini disalurkan pada Kelembagaan Petani.

Skema Matching Grand di kembangkan dalam program ICARE untuk menciptakan sistem investasi yang produktif. Namun, jika tidak dirancang dengan mumpuni dan tanpa justifikasi ekonomi yang layak, maka skema ini beresiko dapat mengurangi insentif masyarakat untuk mengajukan permohonan pembiayaan kepada lembaga keuangan komersil (karena menerima pendanaan berupa hibah), dan pada ujungnya mengurangi insentif lembaga perbankan untuk menyediakan jasa pembiayaan komersil di daerah pedesaan. Oleh karena itu, pembiayaan Matching Grant hanya dapat dilakukan dengan konteks spesifik dan tidak untuk jangka panjang; serta diperlukan senergitas dan pelibatan lembaga keuangan dalam pelaksanaan skema Matching Grant dalam program ICARE agar setelah program berakhir, penerima manfaat Matching Grant ICARE dapat melanjutkan dan naik kelas serta mampu mengajukan pembiayaan bank komersilkarena dianggap layak investasi. Selain itu diperlukan pengelolaan resiko yang baik agar penyaluran Matching Grant tepat guna dan tepat sasaran, serta tidak disalahgunakan untuk kepantingan lainnya. 

 

Admin
081952888719